si kepik bingkie

Selasa, April 10, 2007

bunda

Dulu, sebelum nikah dan punya anak, punya cita2 kepengin dipanggil 'ibu' sama anak2ku. Tapi begitu punya anak, malah berubah jadi 'bunda'. Sebelumnya sih sempet kepikiran untuk pake sebutan 'mami'. Tapi malu sendiri, soalnya masih makan nasi dan lontong, bukan keju hehehehe.... Makanya qta pun pake panggilan bunda, walaupun gak matching ama sebelahnya yang teuteup maunya dipanggil 'bapak'.

Semasa Abang Nanda dan Mas Elang umur 1,5 tahunan, nggak ada kendala dengan panggilan tersebut. Waktu baru belajar bicara, Abang biasa manggil bunda dengan 'bu-da". Sementara Mas Elang manggil bunda dengan "nda". Baru setelah Abang SD, abang suka ikut2an temennya menyingkat panggilan bunda dengan "bun" dan bukan "nda" lagi.

Gimana dengan Fiko? Di usianya yang udah 1 tahun 7 bulan ini, Fiko lagi seneng2nya belajar ngomong. Mengeksplor habis kemampuan olah bibirnya. Sampe monyong2. Sayang, belum tentu suaranya keluar seperti yang seharusnya. Salah satu contohnya, waktu mau ngomong 'susu', bibir Fiko udah mancung abis, tapi suara yang keluar adalah 'zyu-zyu'. Yang lebih parah, kadang udah mancungin bibir (mungkin maksudnya ngikutin bentuk bibir kita), tapi nggak ada suara yang keluar. Bukan karena pake silent mode, tapi mungkin kurang pede ya....

Kata-kata awal yang bisa dia sebut dengan fasih (sangat fasih malah!) adalah: 'bapak'. Sampe semua orang juga dia panggil bapak. Kalo kita tunjuk dia (badannya Fiko), trus kita tanya, "ini siapa", dengan semangat Fiko akan teriak: "bapaaaak!!!".

Kemudian kosa katanya bertambah dengan: mba', ma (kayanya ini maksudnya "mas", karena kalo ngomong gitu, pandangannya ke arah Elang), ba (ini juga kayanya "bang/abang", karena biasa disebut kalo tujuannya ke Nanda), inyi (=ini), mmmau *sambil geleng2 kepala* (= nggak mau, -- artinya ya nggak mau dong ah..), nda-da' (=ndak ada/nggak ada). Nah manggil bunda apa dong? Secara yang kalo hari libur, ini balita nggak mau ama sapah2 kecuali ama indungnya. Dari melek mata ampe merem lagi, kalo bunda nggak keliatan dari pandangannya, dia akan nangis sambil ribut: "nda-da'... nda-da'..." dan baru berenti kalo liat idung emaknya. (Sampe2 Elang cemburu berat, dan kerap bertanya, "bunda, kenapa sih kalo anak bayi maunya sama ibunya? kok Fiko nggak mau sama aku?" ah, kacian deh mas Ang sedih nggak laku... hehehehe)

Bundafiko_1

Kalo kita tanya Fiko sambil nunjuk bunda, "Fik, ini bun...." dia akan nyaut "baaaa......" (=da, maksudnya bunda). Tapi kalo pertanyaanya diubah menjadi: "Fiko mau ama siapa?" Nah... dia akan tunjuk bunda sambil ngomong: "inyi". Smart way untuk nunjuk bunda toh?

Tapi, kalo bener2 kepepet dia harus manggil bunda, maka dengan semangat dia akan panggil bunda dengan..... "mbaaaaa'..." lho?

Beberapa hari ini udah mendingan, karena suka denger mbaknya yang ngasuh manggil aku, maka kadang Fiko juga manggil bunda dengan "...bu...." sambil memancungkan bibir sepenuh jiwa... hihihihi... lucu ya.....

'Diriwayatkan dari Anas ra yang telah menceritakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda kepadanya: "Wahai anakku, jika engkau mampu membersihkan hatimu dari kecurangan terhadap seseorang, baik pagi hari maupun petang hari, maka lakukanlah!" Selanjutnya, beliau melanjutkan: "Wahai anakku, yang demikian itu termasuk tuntunanku. Barang siapa yang menghidupkan tuntunanku, berarti ia mencintaiku; dan barang siapa yang mencintaiku, niscaya akan bersamaku di dalam surga.' (Tirmidzi, Kitabul 'Ilmi 2602)

Label:

posted by si kepik bingkie at 11.56

<< Home